Direktur DE BAN-PT Pembicara pada Simposium Pendidikan Tinggi ASEAN di Bangkok Thailand
Simposium Pendidikan Tinggi ASEAN (Regional Symposium of Southeast Asia Higher Education Regulators) yang baru-baru ini dihelat di Bangkok, Thailand memberikan pemahaman dan menghasilkan kesepakatan bersama. Diantaranya tata kelola pendidikan tinggi, regulasi dan manajemen resiko; pendidikan trans-nasional dan pertumbuhan pendidikan internasional; implikasi dari “self assurance” pada pendidikan trans-nasional; dan kesepakatan tindaklanjut dari simposium melalui pertemuan rutin setiap semester.
Simposium yang diselenggarakan oleh lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi Australia (TEQSA) bekerjasama dengan Southeast Asia and Australia Government Partnerships menghadirkan perwakilan dari regulator pendidikan tinggi dan lembaga penjaminan mutu 5 negara ASEAN (Thailand, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam) dan TEQSA serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Australia. Dari Indonesia hadir dan menjadi pembicara simposium Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT dan Prof. Muhammad Najib, Ph.D. Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek. Direktur DE BAN-PT tampil pada dua sesi dalam 2 hari simposium, yaitu sesi panel hari ke-1 “Risk management and governance in quality assurance of higher education” dan sesi panel hari ke-2 “Student voices, diversity, equity and inclusion.” Sementara itu Direktur Kelembagaan tampil di sesi panel hari ke-1 sore “TNE and international education growth: what can regulators do?”
Perhelatan simposium yang dilaksanakan selama 2 hari, dari 23 sampai 24 September 2026 mengambil venue di Novotel Siam Square, Bangkok, Thailand. [AP]
