Webinar “Quality in Crisis: Lessons From The COVID-19 Disruption For The Future”

19 April 2021, Zoom Meeting

Pada tanggal 19 April 2021, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berkolaborasi dengan DAAD, sebuah Organisasi Independen Lembaga Pendidikan Jerman, telah mengadakan webinar dengan judul “Quality in Crisis: Lessons From The COVID-19 Disruption For The Future” melalui aplikasi Zoom meeting.

Kegiatan Webinar tersebut dihadiri oleh beberapa Lembaga akreditasi di negara ASEAN, baik dari Indonesia maapun negara lain yaitu; Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Timor Leste dan lainnya. Acara ini dibuka dengan Keynote Speech dari Prof. T.Bassarudin selaku Direktur Eksekutif (BAN-PT) dan Mr. Thomas Zettler, Direktur DAAD Jakarta. Dalam pembukaannya, Prof. T.Bassarudin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Webinar tersebut. Selain itu, disampaikan pula bahwa di masa pandemi COVID-19 ini BAN-PT ingin terus meningkatkan pelayanan melalui digitalisasi dan pemanfaatan teknologi Informasi (ICT). Meskipun pada tahun 2017, BAN-PT telah meluncurkan Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online – SAPTO, masih banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan sistem akreditasi secara virtual, khususnya dalam proses Site-Visit di masa pandemi COVID19 ini.

Webinar ini membahas hasil kajian mengenai “Digitalisation of Quality Assurance: Lessons from the COVID-19 Disruption for the Future” yang diterbitkan bersama oleh BAN-PT dan DAAD. Hasil kajian tersebut dipresentasikan langsung oleh 2 pemateri, yaitu Dr. Hazman Shah Bin Abdullah, QA Consultantand Tehnical Advisor On AQAF to AQAN dari, Malaysia dan Fiona Crozier- quality Assurance Expert, United Kingdom.

Dalam presentasinya Dr. Hazman dan Fiona menyampaikan bagaimana instansi penjaminan mutu menanggapi pengaruh transformasi digital yang terjadi akibat pandemi COVID-19 ini. Terdapat 3 temuan utama yang disampaikan yaitu;

  1. Pengaruh terhadap instansi/lembaga: manajemen instansi perlu menyesuaikan alur kerja dengan kondisi pandemi. Contoh: Kerja jarak jauh (Remote), digitalisasi proses kerja.
  2. Pengaruh terhadap Program Pendidikan Tinggi: Instansi perlu membuat standar proses pembelajaran online, baik dari segi model belajar mengajar serta penilaian online.
  3. Pengaruh terhadap metode akreditasi: Instansi mulai melakukan akreditasi secara online, kunjungan/site visit secara virtual, kecukupan standar serta mengarsipkan dokumen secara digital.

Pada sesi berikutnya, diadakan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai situasi terkini Penjaminan Mutu di antara Lembaga Akreditasi ASEAN dan Instansi yang berpartisipasi. Secara umum, untuk menghadapi tantangan ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, berbagai negara mulai berdaptasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada, seperti pengajuan dokumen akreditasi secara online, salinan bukti atau dokumen yang mulai bergeser ke bentuk digital tidak lagi bentuk fisik dan kunjungan yang dilakukan baik secara virtual ataupun langsung. Seluruh negara terus berusaha untuk meningkatkan kualitas nya selama masa pandemi ini.

Melalui webinar tersebut, BAN-PT terus mengembangkan sistem digitalisasi selama pandemi ini dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk membuat proses yang ada pada Lembaga akreditasi menjadi lebih Efisien, Efektif dan Flexible di masa pandemi COVID-19 ini.

Lihat Galeri